Stimulasi Tumbuh Kembang Anak dengan Kegiatan Bermain Selama Pandemi Covid-19

Selama masa pandemiyang mengharuskan untuk terus menerus berada di rumah saja, tentunya akan menimbulkan rasa bosan dan stress pada anak. Selain itu juga berdampak terhadap tumbuh kembang anak dimana anak-anak tidak dapat melakukan interaksi social di sekolah dan bermain di luar. Dampak lockdown juga terlihat pada banyaknya orang tua yang mengeluh terhadap anaknya yang kecanduan gadget, dari televisi, telpon genggam (handpohone) hingga tablet. Meskipun kehadiran gadget memiliki beberapa kontribusi dalam membantu tumbuh kembang anak, namun disisi lain gadget juga memiliki kekurangan dan efek negative yang tentunya jika penggunaannya berlebihan akan membahayakan anak, dapat merusak kesehatan anak baik fisik maupunn mental anak. Untuk itu kegiatan bermain merupakan hal yang sangat dibutuhkan untuk anak, salah satunya agar anak tidak terlalu bergantung pada gadget dalam kegiatan sehari-harinya. Selain itu juga akan sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang anak usia dini.

Foto oleh Naomi Shi dari Pexels
Foto oleh Naomi Shi dari Pexels

Bermainmerupakan kebutuhan alamiah anak usia dini. Selain sebagai aktivitas bersenang-senang, bermain juga dimaksudkan untuk belajar anak. Karena anak belajar melului aktivitas bermain. Jadi bermain. Beberapa teori telah di kemukakan oleh para psikolog maupun pakar pendidikan anak usia dini terkait manfaatnya bermain bagi perkembangan anak. MenurutJean Piagetmelalui kegiatan bermain akan membangun pengetahuan anak. Bermain bagi anak merupakan cerminan sikap pengetahuan serta dapat memberikan rangsangan terhadap perkembangan kognisi anak. Kemudian menurutVygotskypengetahuan anak dipengaruhi oleh hubungan social anak, dengan kegiatan bermain tentunya akan menciptakan hubungan social pada anak karena pada saat anak bermain secara tidak langsung anak telah berinteraksi antara satu dengan yang lainnya. Selanjutnya, menurutJerome Brunersendiri berpendapat bahwa bermain merupakan salah satu sarana yang dapat di manfaatkan untuk mengembangkan kreativitas dan fleksibilitas anak. Melalui kegiatan bermain anak dapat berkreasi sesuai dengan imajinasnya dan mampu menyesuaikan dengan lingkungan bermainnya. Bermain juga berhubungan dengan emosi anak. MenurutFruedbermain dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk melepaskan emosi yang ada pada diri anak. Seorang anak yang merasa tertekanm bosan dan emosinya sedang kacau, maka bermain dapat dijadikan sebagai penawarnya. Anak bisa menyalurkan ekspresinya yang terpendam dengan maksimal dan tanpa tekanan dari siapapun. Dan hal ini juga tanpa kita sadari akan mempengaruhi fungsi otak limbik (bagian otak yang memiliki fungsi mengendalikan emosi, kemarahan, kegelisahan, kesenangan dan cinta) anak usia dini, menurutDr. Paul Mcleanketika otak limbik berfungsi dengan maksimal maka akan mempengaruhi belajar dan berpikir anak. Dalam kondisi ini anak akan mudah dalam menerima berbagai rangsangan dari luar, kemudian diolah menjadi sebuah pengetahuan. (Artikel lengkap dapat dilihat di:https://www.kompasiana.com/gitavallentiwibowo8497/60059c628ede4838440c3b13/stimulasi-tumbuh-kembang-anak-dengan-kegiatan-bermain-selama-pandemi-covid-19)