Jejak Nadia: Amanah Kaprodi PIAUD sebelum Wisuda

Perjalanan ini bermula dari sebuah titik akhir yang sekaligus menjadi awal. Pada 30 Desember 2025, Nadia menuntaskan sidang munaqosah tesisnya. Rasa bahagia, bangga, dan lega menyatu, sebuah penanda bahwa perjuangan panjang sebagai mahasiswa magister akhirnya berlabuh tepat waktu. Hari itu bukan sekadar akhir dari status mahasiswa S2, tetapi awal dari kesiapan Nadia menatap panggilan pengabdian yang lebih besar.

Tak disangka, hanya dua hari berselang, tepat pada 1 Januari 2026, sebuah informasi sederhana hadir melalui sebuah flyer dari saudara: lowongan dosen di IAI Al-Fatimah Bojonegoro. Keraguan segera menghampiri. Belum wisuda, ijazah pun belum di tangan, sementara pendaftaran ditutup 3 Januari. Namun, pada malam hari yang sunyi, Nadia memilih satu sikap yang kelak mengubah arah hidupnya, meyakinkan diri untuk mencoba. Dengan tekad dan keberanian, ia menyiapkan seluruh persyaratan dan pada 3 Januari 2026 mengirimkan berkas lamaran melalui tautan yang tersedia.

Doa dan ikhtiar pun berbuah. Pada 5 Januari 2026, pengumuman seleksi administrasi dirilis. Dari 30 pendaftar, hanya 11 nama yang lolos, dan salah satunya adalah Nadia. Perjalanan berlanjut pada 9 Januari dengan rangkaian seleksi lanjutan: Tes Kompetensi Dasar, Tes Kompetensi Akademik, wawancara, hingga microteaching. Seluruh tahapan dijalani dengan kesungguhan, hingga akhirnya pada 13 Januari 2026, kabar yang dinanti tiba. Dari 11 peserta, hanya 4 orang yang dinyatakan lolos sebagai dosen tetap PIAUD IAI Al-Fatimah Bojonegoro. Nama Nadia tercantum di dalamnya.

Momentum puncak terjadi pada 17 Januari 2026 saat penerimaan Surat Keputusan (SK) dosen sekaligus rapat akhir semester dan evaluasi dosen. Acara berlangsung khidmat hingga tibalah sesi pengenalan dosen baru. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa penerbitan SK dosen baru kali ini sekaligus disertai amanah jabatan fungsional yang telah dipertimbangkan secara matang oleh pimpinan. Satu per satu SK dibacakan, hingga tiba pada Program Studi PIAUD. Saat nama “Nadia Aliyatuz Zulfa, M.Pd.” dibacakan sebagai Ketua Program Studi PIAUD, seketika dunia seakan berhenti. Kaget, syok, dan lemas bercampur menjadi satu. Kebahagiaan menerima SK dosen berubah menjadi rasa takut dan khawatir atas tanggung jawab besar yang diamanahkan.

Namun, di titik itulah kekuatan sejati lahir. Dukungan orang tua, keluarga, para dosen, dan sahabat menjadi penopang untuk berdiri kembali. Nadia meyakinkan diri bahwa amanah sebesar ini tidak mungkin diberikan tanpa pertimbangan dan kepercayaan. Terlebih lagi, Program Studi PIAUD di IAI Al-Fatimah Bojonegoro adalah program studi baru—sebuah ladang pengabdian yang akan dibangun dari awal, dengan semangat baru, tim baru, dan mimpi besar untuk masa depan pendidikan anak usia dini. Dengan penuh kerendahan hati, Nadia melangkah maju, membawa keyakinan bahwa setiap amanah besar selalu disertai pertolongan Allah. Mohon doa, semoga kisah ini menjadi kabar bahagia yang menginspirasi siapa pun untuk berani melangkah, meski dengan gemetar.